GO TO TOP
Skizofrenia
Posted on 24 Jun 2014

Deskripsi

Istilah "skizofrenia" berasal dari bahasa Inggris yaitu "schizophrenia" yang memiliki arti "pikiran terbagi atau terpecah" di mana hal itu mengacu pada terganggunya keseimbangan pada emosi dan pikiran.

Seperti dilansir Mayo Clinic dan WebMD, Jumat (23/8/2013), skizofrenia juga diartikan sebagai sekelompok gangguan berat pada otak di mana orang akan menafsirkan realitas dengan abnormal, tidak seperti orang pada umumnya. Orang yang mengalami hal ini akan mengalami beberapa hal seperti halusinasi, khayalan, dan gangguan pada pemikiran dan perilaku.

Mayoritas dari penderitanya mengalami rasa takut yang luar biasa. Biasanya, penyakit ini mulai muncul pada usia dewasa muda. Skizofrenia bisa dikatakan sebagai sebuah kondisi yang kronis. Sebab, penderitanya tidak dapat dilepaskan dari namanya pengobatan. Mereka harus mendapatkan perawatan seumur hidup mereka.

Seorang yang mengalami skizofrenia seakan-akan memiliki dunia sendiri. Hal ini tidak dapat dicegah dan pengobatan pun harus diberikan seumur hidup mereka.

Skizofrenia dibedakan menjadi lima subtipe, yakni:

1. Paranoid

Orang yang mengalami hal ini akan sering berkhayal dan mengalami halusinasi, biasanya pada pendengaran. Penderitanya sering mendengar suara-suara pada telinganya, padahal suara itu tidak didengarkan oleh orang lain. Namun, fungsi intelektual dari penderitanya biasanya relatif normal. Jika seseorang mengalami paranoid, biasanya penderitanya biasanya lebih sering menunjukkan kemarahan, bersikap acuh tak acuh, dan cemas. Namun, hal ini masih bisa disembuhkan.

2. Katatonik

Orang yang mengalami subtipe dari skizofrenia ini seringkali melakukan kegiatan dan gerakan yang tidak berarti. Mereka juga akan menarik diri dari lingkungan sosial. Mereka lebih senang menyendiri dan tidak melakukan interaksi dengan orang lain.

3. Tidak teratur

Jenis skizofrenia ini ditandai dengan ucapan dan perilaku yang tidak teratur atau sulit dipahami, misalnya tertawa tanpa alasan yang jelas. Mereka juga sering meluapkan emosi yang tidak pantas. Selain itu, orang yang mengalami hal ini akan terlihat sibuk dengan pemikiran atau persepsi mereka sendiri. Sangat kecil kemungkinan untuk menyembuhkan jenis skizofrenia ini.

4. Diferentiatif

Dibandingkan dengan subtipe lainnya, jenis skizofrenia ini adalah jenis yang paling banyak dialami oleh para penderitanya. Gejala yang ditimbulkan merupakan kombinasi dari beberapa subtipe dari skizofrenia.

5. Residual

Orang yang mengalami hal ini biasanya tidak akan menunjukkan gejala-gejala positif dari penyakit skizofrenia, seperti berkhayal, halusinasi, tidak teratur dalam berbicara dan berperilaku. Biasanya, jenis penyakit ini akan terdiagnosa setelah salah satu dari empat subptipe skizofrenia telah terjadi.

Meski sudah dijelaskan mengenai subtipe dari penyaki skizofrenia, namun sangat sulit untuk menentukan jenis skizofrenia mana yang dialami oleh si penderita. Sebab, mayoritas dari penderita akan menunjukkan gejala-gejala yang hampir sama dengan penderita lainnya.

Namun, bila penderita sudah menunjukkan beberapa gejala yang dianggap sudah mewakili penyakit ini, maka pengobatan harus dilakukan dengan cepat. Sebab, bila tidak, hal ini dapat menimbulkan beberapa masalah lain. Seringkali, penderita ingin berbuat sesuatu yang dapat menyakiti dirinya sendiri. Bila hal itu tidak berhasil dilakukan, mereka mungkin akan mencoba untuk bunuh diri.

Gejala

Tanda dan gejala yang dialami oleh penderita skizofrenia seringkali dikaitkan dengan penyakit mental lainnya. Sebab, tanda dan gejala dari penyakit ini memang hampir sama dengan tanda dan gejala dari penyakit mental lainnya. Hal ini yang menyebabkan penyakit skizofrenia sulit untuk didiagnosis.

Tanda dan gejala dari penyakit ini dibagi menjadi tiga kategori:

1. Gejala positif

Fungsi otak dari penderita penyakit skizofrenia akan bekerja lebih aktif atau bisa dikatakan berlebihan. Hal ini menyebabkan otak bekerja dengan tidak normal. Akibatnya, penderita akan mengalami beberapa hal seperti berikut ini:
  • Berkhayal
Ini merupakan hal yang paling umum dialami oleh para penderita skizofrenia. Mereka memiliki keyakinan yang berbeda dengan orang normal. Mereka akan melihat realitas yang berbeda pula. Selain itu, penderita juga sering salah menafsirkan persepsi.
  • Halusinasi
Orang yang mengalami penyakit ini sering berhalusinasi. Mereka seringkali melihat atau mendengar hal-hal yang sebenarnya tidak ada.
  • Gangguan pikiran
Penderita skizofrenia akan kesulitan berbicara dan mengatur pikirannya sehingga hal ini mengganggu kemampuan berkomunikasi.
  • Perilaku tidak teratur
Orang yang mengalami skizofrenia sering berperilaku aneh, seperti anak kecil yang melakukan hal-hal konyol.

Selain keempat hal di atas, para penderitanya juga sering curiga dan mereka seolah-olah berada di bawah pengawasan yang ketat. Hal itu menyebabkan mereka merasa tertekan.

2. Gejala negatif

Gejala ini mengacu pada berkurangnya atau bahkan tidak adanya karakteristik fungsi otak yang normal. Gejala ini mungkin muncul disertai atau tanpa adanya gejala positif. Gejala-gejala yang ditimbulkan antara lain:
  • Sulit mengekspresikan emosi
  • Menarik diri dari lingkungan sosial
  • Kehilangan motivasi
  • Tidak minat melakukan kegiatan sehari-hari
  • Mengabaikan kebersihan pribadi
Gejala-gejala tersebut seringkali dianggap sebagai kemalasan yang biasa dialami oleh tiap orang. Namun, hal itu ternyata keliru.

3. Gejala kognitif

Jenis gejala ini akan menimbulkan masalah pada proses berpikir. Tanda dan gejala yang mungkin timbul, antara lain:
  • Masalah dalam membuat informasi yang masuk akal dan dapat dimengerti
  • Sulit berkonsentrasi
  • Masalah pada memori otak
Selain ketiga gejala di atas, penyakit skizofrenia juga akan menimbulkan masalah pada suasana hati. Para penderitanya akan mengalami depresi, cemas, dan seringkali mencoba untuk bunuh diri. Gejala-gejala dari penyakit ini lambat laun dapat melumpuhkan para penderitanya. Sebab, hal ini sangatlah mengganggu kemampuan mereka untuk melakukan kegiatan rutin sehari-hari.

Namun, apabila penderitanya masih berusia remaja, gejala yang ditimbulkan sulit untuk dideteksi dan kemudian dianggap sebagai penyakit skizofrenia. Sebab, pada usia tersebut mereka pasti akan mengalami hal-hal ini yang ternyata merupakan gejala dari penyakit skizofrenia:
  • Menarik diri dari keluarga dan teman
  • Penurunan kinerja di sekolah
  • Sulit tidur
  • Cepat emosi
Namun, bila dibandingkan dengan orang dewasa, anak muda kurang cenderung mengalami khayalan dan lebih cenderung mengalami halusinasi visual.

Penyebab

Penyebab pasti dari penyakit skizofrenia belum diketahui. Namun, beberapa peneliti percaya bahwa penyakit ini dapat terjadi akibat unsur kimia pada otak bermasalah, termasuk neurotransmiter dopamin dan glutamat. Hal ini terlah dibuktikan dari sebuah studi neuroimaging yang menunjukkan perbedaan dalam struktur otak dan sistem saraf pusat dari penderita skizofrenia. Selain itu, para peneliti juga percaya bahwa faktor genetika dan lingkungan turut berkontribusi dalam perkembangan penyakit ini. Namun, ada beberapa faktor yang tampaknya dapat meningkatkan risiko penyakit ini timbul dan berkembang, seperti:
  • Kondisi hidup yang penuh stres
  • Sering mengkonsumsi obat psikoaktif selama masa remaja dan dewasa muda
  • Sering terkena paparan virus, racun, atau kekurangan gizi selama masa kehamilan, khususnya pada trimester pertama dan kedua
Pengobatan

Tidak ada cara pasti untuk mencegah penyakit skizofrenia. Namun, pengobatan dini dapat membantu mencegah kekambuhan dan memburuknya gejala yang timbul akibat dari penyakit ini. Bila tidak diobati, penyakit ini dapat menimbulkan masalah pada emosi, perilaku, dan kesehatan yang semakin lama akan semakin memburuk. Oleh karena itu, segeralah untuk memeriksakan diri ke dokter. Bila Anda telah menduga bahwa Anda mengalami skizofrenia, bicaralah ke dokter Anda. Sebab, dokter akan langsung meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan. Beberapa jenis tes dan ujian yang umumnya dilakukan oleh dokter, antara lain:
  • Tes laboratorium
Dokter akan melakukan tes darah, misalnya dengan melakukan penghitungan sel darah secara lengkap (CBC). Hal ini dapat membantu Anda untuk menyingkirkan kondisi lain yang menimbulkan gejala serupa. Selain itu, dokter mungkin akan merekomendasikan kepada Anda untuk melakukan skrining untuk alkohol dan obat-obatan.
  • Tes pencitraan dengan menggunakan magnetic resonance imaging (MRI) dan computed tomography (CT) scan.
  • Evaluasi psikologis
Dokter akan memeriksa status mental Anda dengan cara mengamati penampilan dan sikap Anda. Dokter akan mengajukan pertanyaan seputar pikiran, suasana hati, khayalan, halusinasi, penyalahgunaan zat, dan potensi percobaan bunuh diri.

Bila dokter sudah menetapkan bahwa Anda mengalami penyakit skizofrenia, dokter pasti akan langsung merujuk Anda untuk melakukan pengobatan. Penyakit ini mruapakan suatu kondisi kronis yang mengharuskan penderitanya untuk melakukan pengobatan seumur hidup mereka walaupun gejala yang timbul juga telah mereda. Anda dapat melakukan pengobatan dengan cara menggunakan obat-obatan atu dengan terapi psikososial.

1. Obat-obatan

Pengobatan dasar untuk mengatasi penyakit skizofrenia adalah dengan menggunakan obat-obatan. Obat antipsikotik adalah obat yang paling sering digunakan untuk mengobati penyakit ini. Jenis obat ini dapat mengontrol gejala karena obat ini dapat mempengaruhi neurotransmitter otak dopamin dan serotonin.

Pilihan pengobatan juga disesuaikan dengan keadaan dari penderitanya. Bila si penderita merupakan pribadi yang tidak disiplin dan pelupa, dokter mungkin akan memberikan obat dengan cara disuntikkan, bukan dalam bentuk pil yang sering dilupakan.

Selain itu, apabila si penderita adalah pribadi yang gelisah, dokter akan melakukan pengobatan awal dengan memberikan obat penenang, seperti benzodiazepin dan lorazepam (Ativan), di mana obat tersebut dapat dikombinasikan dengan obat antipsikotik. Berikut jenis-jenis obat yang dapat Anda gunakan untuk menangani penyakit ini:
  • Obat konvesional atau tipikal dan obat antipsikotik
Jenis obat ini memiliki efek samping neurologis yang berpotensi untuk mengembangkan gangguan pada gerakan (tardive dyskinesia). Beberapa macam dari jenis obat ini, antara lain Chlorpromazine, Fluphenazine, Haloperidol (Haldol), dan Perphenazine. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan obat antipsikotik yang dapat mengontrol tanda dan gejala dari penyakit skizofrenia dengan dosis serendah mungkin.
  • Obat antipsikotik atipikal
Ini merupakan jenis obat baru yang juga digunakan untuk mengatasi penyakit skizofrenia. Obat ini juga lebih banyak disukai karena memiliki risiko efek samping yang ditimbulkan lebih rendah daripada obat konvensional. Efek samping dari jenis obat ini antara lain menambah berat badan, menimbulkan penyakit diabetes, dan kolestrol darah menjadi tinggi. Ada beberapa macam obat antipsikotik atipikal, misalnya Aripiprazole (Abilify), Clozapine (Clozaril, Fazaclo ODT), Olanzapine (Zyprexa), dan masih banyak lagi.

Dengan melakukan pengobatan dengan obat-obatan seperti di atas, kondisi Anda dapat Anda kelola dengan lebih mudah. Namun, karena banyak obat yang menimbulkan efek samping yang serius, banyak orang enggan untuk melakukan pengobatan dengan menggunakan obat-obatan.

2. Perawatan psikososial

Meskipun obat-obatan adalah landasan dari pengobatan penyakit skizofrenia, perawatan psikososial juga penting untuk dilakukan. Pada perawatan ini, Anda akan melakukan beberapa hal, seperti berikut:
  • Pelatihan keterampilan sosial untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi.
  • Terapi keluarga yang dapat memberikan dukungan dan pendidikan bagi keluarga yang berhubungan dengan penderita penyakit skizofrenia.
  • Rehabilitasi vokasional atau kejuruan dan dukungan pekerjaan guna membantu penderita skizofrenia untuk dapat mempertahankan pekerjaan mereka walaupun dalam kondisi krisis.
  • Terapi individu. Penderita akan diajari untuk mengelola stress dan mengidentifikasi tanda dan gejala sedini mungkin supaya mereka dapat menghindari kekambuhan.
Selain itu, bagi orang-orang yang memiliki risiko pada peningkatan penyakit skizofrenia dianjurkan untuk melakukan langkah-langkah proaktif, seperti menghindari penggunaan narkoba, mengurangi stres, dan tidur dengan cukup.

Dengan begitu, mereka dapat terbantu untuk meminimalkan gejala dan mencegah penyakit ini semakin memburuk. Dengan perawatan yang tepat, kebanyakan orang dengan skizofrenia dapat mengelola kondisi mereka.
  —  
Total Views (1732)


Tips Menjaga Kesehatan Kulit
Posted on 23 Agu 2016

Cara Menjaga Kesehatan Kulit Dengan Pola Hidup Sehat

Untuk menjaga kesehatan kulit Anda tak perlu repot dengan yang namanya perawatan karena pola hidup yang sehat adalah hal yang mendasari terciptanya kulit yang sehat dan cantik, apa saja pola hidup sehat yang dimaksud? Berikut saya rangkum dari JPN Network beberapa gaya hidup yang menyehatkan kulit.

1. Banyak Minum Air Putih

Tubuh kita lebih banyak tersusun dari air. Jika kekurangan mineral maka tubuh akan dehidrasi dan kulit pun akan kering akibat kekurangan air yang membantu kelembabannya dari dalam. Apabila Anda ingin terbebas dari masalah yang cukup menciutkan hati Anda mulai sekarang perbanyak minum air putih karena mampu memperlancar sistem peredaran darah dan menjaga kulit dari timbulnya kerutan.

Setidaknya manusia butuh air minimal 8 gelas perhari, jika kurang dari batas yang ditentukan tersebut maka kulit akan mudah mengalami gangguan kesehatan, misalnya kulit kering dan kusam.

2. Tidur Berkualitas Minimal 7 Jam Perhari

Bergadang boleh saja jika memang ada tugas kantor yang belum terselesaikan, namun jangan keseringan sebab ini bisa membahayakan Anda sendiri. Uang yang Anda peroleh dari kerja keras Anda tiap malam sama saja akan terkikis untuk melakukan perawatan kulit di salon. Jadi jika Anda tidak ingin waktu kerja Anda sia-sia begitu saja, usahakan untuk berisitrahat (tidur) selama 7 jam sehari, itu minimal. 

Jika jam tidur Anda tidak cukup maka kulit pun akan terima getahnya yaitu tampak kusam dan dehidrasi sehingga butuh waktu lama untuk membuat kulit menjadi sehat dan cerah kembali.

3. Lindungi Kulit Dari Paparan Sinar Matahari

Sinar matahari pagi hari (pukul 07:00 - 10:00 WIB) sangat baik untuk kesehatan tubuh baik dalam maupun luar (kulit). Namun jika sudah tengah hari, teriknya sinar UV bisa membakar kulit jika Anda terlalu lama membiarkan kulit terpapar oleh matahari tanpa perlindungan.

Jika Anda terpaksa untuk menjalani aktivitas di luar ruangan dimana kulit secara langsung terpapar oleh sinar matahari, langkah awal yang harus Anda lakukan adalah menggunakan tabir surya yang mengandung SPF 45 ke kulit sebelum beraktivitas.

4. Jangan Menyentuh Apalagi Memencet Jerawat

Untuk kulit bagian wajah, kita harus lebih peka terhadap perlindungannya sebab kulit wajahadalah bagian yang paling sensitif terhadap bakteri yang menyebabkan berbagai masalah seperti kulit wajah berminyak, kusam, dan yang paling mengerikan adalah jerawat. Jika kulit wajah Anda sudah ditempeli jerawat maka Anda jangan berkecil hati dulu sebab ada cara mudah untuk mengatasinya yaitu usahakan untuk tidak menyentuh jerawat dengan tangan sebab banyak bakteri atau kuman yang menempel di telapak tangan Anda, selain itu jangan juga Anda memencet jerawat karena akan meninggalkan bekas yang cara menghilangkannya jauh lebih sulit.

Baca juga artikel cara mengobati jerawat dan cara menghilangkan bekas jerawat dengan bahan alami.

5. Senyum

Ini adalah optional saja, namun wajib juga Anda lakukan karena tidak terlalu sulit dalam menerapkannya bukan? Sebuah studi kasus di tahun 2011 menjelaskan kalau “senyum yang ikhlas dan benar” mampu membuat seseorang tampak awet muda. Hal ini dibuktikan oleh para peneliti dengan cara membandingkan foto orang dengan tiga ekspresi yaitu senyeum, netral, dan cemberut. Ternyata foto tersenyumlah yang paling terlihat awet muda dan menawan.

Cukup mengikuti pola hidup sehat diatas secara teratur tiap harinya akan membuat kulit menjadi lebih terawat. Itulah beberapa cara menjaga kesehatan kulit dengan mudah. Lihat juga artikel mengenai cara memutihkan kulit dan cara menghilangkan kerutan di wajah serta garis halus.
  —  
Total Views (643)


Tips Kesehatan Jiwa
Posted on 23 Agu 2016

Tubuh yang sehat memerlukan jiwa yang sehat dan juga sebaliknya. Banyaknya stresor dapat menyebabkan seseorang mudah mengalami berbagai gangguan kejiwaan. Hidup perlu harmonis dan dikelola dengan baik agar kita sehat jasmani rohani.
Menurut WHO, kesehatan jiwa bukan hanya suatu keadaan tidak adanya gangguan jiwa melainkan mengandung berbagai karakteristik yang bersifat positif yang menggambarkan keselarasan dan keseimbangan kejiwaan yang mencerminkan kedewasaan kepribadian yang bersangkutan.

Berikut tips menjaga kesehatan jiwa:

1. Berolah raga. Penelitian menunjukkan bahwa olah raga lebih efektif dalam mencegah dan mengobati depresi daripada obat-obatan. Daniel M. Landers, profesor ilmu kesehatan fisik dan olahraga dari Univeritas Arizona menemukan fakta bahwa cukup dengan menggerakkan tubuh selama 10 menit setiap hari kesehatan mental kita akan meningkat cepat. Olahraga dapat meningkatkan ketahanan kardiovaskular, ketahanan otak, dan mempengaruhi hormon endogenous opioids salah satunya ialah beta-endorphin, yang dapat mengurangi perasaan nyeri, menambah daya ingat, menormalkan selera, seks, tekanan darah dan ventilasi. 
 
Saat berolahraga, kelenjar pitutiari menambah produk beta-endorphin; dan sebagai hasilnya konsentrasi beta-endorphin naik di dalam darah yang dialirkan juga ke otak, sehingga mengurangi nyeri, cemas, depresi dan perasaan letih. Olahraga juga meingkatkan gelombang alfa, dan dapat memperlancarkan brain neurotransmitter dengan menaikkan tingkat norepinephrine, dopamine, dan serotonin di dalam otak, dimana akan mengurangi depresi. Telah terbukti bahwa penyalur saraf otak seperti norepinephrine (NE) dan serotonin (5 – HT) terlibat dalam depresi dan schizophrenia.
 
2. Ekspresikan cinta. Mencurahkan cinta kasih adalah kunci kebahagiaan mencurahkan cinta perlu dilakukan dengan tepat baik waktu, tempat dan orang yang dituju seperti pasangan, anak, dan keluarga. Membantu orang lain membuat hidup kita lebih bermakna dan ketika kehadiran kita diharapkan akan menumbuhkan perasaan bahagia. Dengan mengekspresikan perasaan cinta maka terjadi ventilasi yang akan mendatangkan perasaan diterima dan bahagia.
 
3. Kurangi Menonton Televisi, Video/Online dan Game. Menonton televisi, film atau bermain game berlebihan dapat mempengaruhi kesehatan mental. Kekerasan dalam tayangan berita, film laga, dan game dapat mengurangi keseimbangan emosional, memicu depresi dan mempengaruhi respon emosi kita. 
 
Setelah melihat begitu banyak kekerasan, kita bisa tidak lagi mengenalinya sebagai kekerasan dan menganggap kekerasan atau ketidakseimbangan adalah hal yang wajar tanpa kita sadari. Kilasan iklan televisi juga dapat menyebabkan indera dan otak kita overload dan kelelahan. Jika menonton film, pilihlah yang menghibur dan positif.

4. Miliki Hobi yang positif. Setelah bekerja rutin seseorang perlu hobi untuk membangun kegembiraan dengan cara yang positif. Misalnya memelihara ayam, burung, ikan, mengurus bunga atau tanaman, melukis, memasak, bermain musik dan lain sebagainya. Bahkan mendengarkan musik saja, terutama yang lembut dan menyejukkan dapat menyeimbangkan proses kimiawi di otak kita.

5. Mendekatkan diri pada Tuhan. Berdoa secara rutin dapat memenuhi kebutuhan rohani yang merupakan komponen vital dalam kesejahteraan jiwa. Mengabaikan kebutuhan spiritual membuat jiwa kita gelisah dan tidak tenang. Berdoa merupakan sarana yang efektif dalam mencegah dan memerangi masalah-masalah kesehatan mental.

6. Rekreasi di luar rumah. Perlu mencari suasana baru yang berbeda dan di luar rutinitas dengan menghabiskan waktu di alam. “Terapi hijau” dengan melihat pemandangan sawah, gunung, danau dan sebagainya bisa menjadi salah satu cara efektif untuk menemukan kesejukan dan menenangkan pikiran dan membebaskan dari pikiran negatif.

7. Miliki Teman. Teman adalah tempat terbaik untuk berbagi. Menjadi bagian dari komunitas yang saling memberikan dukungan merupakan hal yang dibutuhkan. Pilihlah teman yang dapat dipercaya sehingga persahabatan mendatangkan kebahagiaan.

8. Keseimbangan makanan. Menjaga makanan yang sehat dan mulai mengatur makanan dengan memperbanyak buah dan sayuran. Makanan yang keliru dapat memperburuk gejala berbagai penyakit termasuk autisme, skizofrenia, depresi, kecemasan dan serangan panik. Makanan yang dibutuhkan untuk kesehatan mental yang baik adalah buah dan sayuran dan makanan yang mengandung asam lemak esensial, seperti ikan belida, tongkol, labu dan kacang-kacangan. Susu dan coklat juga dipercaya menimbulkan efek menenangkan pikiran.

9. Hindari pornografi. Rangsangan seksual pornografi dapat berkontribusi pada tumbuhnya kekosongan emosional yang dapat menyebabkan depresi, gangguan bipolar serta kesehatan mental lainnya. Hanya hubungan seksual dengan pasangan yang sah dan saling mengasihilah yang dapat mengisi kebutuhan fisik dan emosional kita.

10. Membaca dan membaca. Salah satu cara menjaga pikiran agar selalu aktif adalah dengan membaca. Membaca bisa menjadi kegiatan penguatan mental, terutama jika kita fokus pada bacaan yang positif. Membaca buku biografi, kisah-kisah inspiratif, novel dan puisi dapat bermanfaat bagi kesehatan mental Anda.
  —  
Total Views (955)


Manfaat Buah Apel Bagi Tubuh
Posted on 23 Agu 2016

    Apel merupakan salah satu buah yang identik dengan warna kulit buah yang merah. Hampir semua orang tentu tak asing lagi dengan bentuk dan rasa apel itu sendiri. Buah ini banyak tersedia di pasar, supermarket atau tempat perbenlanjaan yang lebih besar. Karena di golongkan kedalam buah-buahan, maka apel tentunya mengandung berbagai nutrisi serta vitamin yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan tubuh seseorang. Untuk itulah, mulailah rutin mengkonsumsi buah ini, untuk menghindarkan tubuh dari berbagai penyakit. 
 
Lalu, apa saja manfaat buah apel bagi kesehatan tubuh kita ?
 
    Berdasarkan Fakta yang telah teruji kebenarannya, berbagai buah-buahan memang mampu mencukupi kebutuhan berbagai nutrisi, vitamin serta serat yang dibutuhkan oleh tubuh, Tak mengherankan, masyarakat modern pada zaman sekarang selalu menyelingi berbagai macam buah dalam menu hariannya tak terkecuali dengan buah apel itu sendiri. 
Tips kesehatan kali ini akan mengungkap berbagai manfaat buah apel bagi tubuh anda. 
 
Berikut ini 7 manfaat ajaib apel bagi kesehatan tubuh anda : 
  • Organ Jantung Lebih Sehat. Ini dikarenakan, adanya kandungan senyawa fenolik yang terdapat pada kulit apel. Untuk itulah, Cucilah dulu dengan air yang mengalir, sebelum makan buah apel beserta kulitnya.
  • Pencegah Penyakit Diabetes. Kandungan serat larut dalam buah tersebut mampu menangkal datangnya penyakit diabetes. Untuk itulah, dianjurkan untuk rutin mengkonsumsi apel tiap harinya untuk kesehatan tubuh yang lebih terjaga.
  • Menjaga Berat Badan Tetap Ideal. Ini dikarenakan, memiliki berat badan yang berlebihan dapat memicu datangnya berbagai penyakit seperti penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2 serta tekanan darah tinggi yang mengancam jiwa anda.
  • Memperkuat Sistem Imun Tubuh. Ini dikarenakan, kandungan antioksidan yang bernama quercetin pada buah apel dapat meningkatkan sistem daya tahan tubuh, agar seseorang tidak mudah sakit pada saat kondisi cuaca tidak bersahabat.
  • Pencegah Diare Dan Sembelit. Kandungan serat yang cukup tinggi pada buah apel mampu membantu melancarkan sistem pencernaan. Sehingga gangguan kesehatan seperti diare maupun sembelit tidak akan anda alami lagi.
  • Penghindar Aneka Kanker Yang Efektif. Ini dikarenakan, apel mengandung flavonoid yang terbukti ampuh menangkal berbagai jenis serangan kanker yang sewaktu-waktu menyerang tubuh sehat anda.
  • Penglihatan Yang Lebih Jernih. Rutin mengkonsumsi apel tiap harinya, berperan besar mencegah munculnya berbagai gangguan kesehatan pada organ mata yang mana salah satunya yaitu katarak. 
  —  
Total Views (577)


Tips Menjaga Kesehatan Tubuh
Posted on 23 Agu 2016

Tips Menjaga Daya Tahan Tubuh
 
Memiliki tubuh yang sehat merupakan keinginan setiap orang termasuk anda. Dengan tetap sehat, mka aktivitas yang kita lakukan bisa berjalan lancar dan sesuai dengan harapan kita. Dengan Sehat pula, maka kita tidak harus mengeluarkan waktu dan biaya untuk membeli obat atau pergi ke rumah sakit. Jadi kita harus selalu bersyukur dengan nikmat kesehatan yang di berikan Tuhan YME kepada kita semua. Ada berbagai tips yang berhubungan dengan kesehatan dan daya tahan tubuh. 
 
Lalu, apa saja tips menjaga daya tahan tubuh agar selalu sehat tersebut ? 
Ukuran sehat yaitu ketika kita mampu menjaga daya tahan tubuh dari serangan penyakit yang selalu menerpa seperti penyakit demam, flu, batuk dan lain-lain. 
Lalu bagaimana kita bisa menjaga daya tahan tubuh yang benar agar selalu sehat dan bugar setiap hari ? 
 
Berikut ini tips kesehatan yaitu tips menjaga daya tahan tubuh agar selalu sehat : 
 
1. Cukup Istirahat
Istirahat yang cukup setiap harinya, merupakan salah satu faktor untuk menjaga daya tahan tubuh anda. 
 
2. Berpikir Positif. 
Di dalam tubuh yang sehat terdapat pikiran yang tenang dan sehat juga. Maka usahakan selalu berpikiran positif terhadap segala masalah yang menerpa kita. 
 
3. Rutin Berolahraga
Setiap pagi, usahakan selalu melakukan olahraga secara teratur. Ini bertujuan untuk menjaga kondisi tubuh agar selalu bugar dan sehat. 
 
4. Kebersihan Makanan
Selalu memastikan bahwa makanan yang anda makan sudah higienis atau sudah di cuci dengan bersih atau dimasak dengan matang yang sempurna. 
 
5. Kontrol Makanan
Makanlah dengan porsi yang wajar jangan berlebihan. Di khawatirkan badan anda akan mengalami kegemukan dan riskan terkena penyakit yang terkait dengan kegemukan atau obesitas. 
 
6. Makanan Berserat
Penuhi makanan yang berserat setiap harinya. Makanan yang berserat yaitu apel, wortel maupun kacang-kacangan. Fungsi makanan berserat ini yaitu menjaga tubuh dari serangan bakteri. 
 
7. Vitamin D
Penuhi kebutuhan vitamin D. Karena vitamin D ini berfungsi untuk menstimulus sel imun untuk menghalau virus dan bakteri. Vitamin D dapat ditemukan pada sinar matahari, telur, hati dan ikan. 
 
8. Kebersihan Tubuh
Kebersihan tubuh tidak kalah pentingnya dengan kebersihan lainnya. Karena bukan tidak mungkin jika tubuh kita kotor, akan membawa berbagai macam penyakit. Seperti penyakit disentri, yang bisa berasal dari tangan kita yang kotor.
  —  
Total Views (597)


Gangguan Kecemasan
Posted on 23 Agu 2016

Terdapat banyak jenis gangguan kecemasan, antara lain: 
 
gangguan panik, gangguan obsesif kompulsif (Obsessive Compulsive Disorder), gangguan stres pasca-trauma, gangguan kecemasan sosial, fobia tertentu, dan gangguan kecemasan umum. 
 
Kecemasan adalah emosi yang dialami setiap orang pada waktu tertentu. Banyak orang merasa cemas, atau gugup ketika mereka menghadapi masalah di tempat kerja, sebelum menempuh ujian, atau membuat keputusan penting. Namun kecemasan tersebut berbeda dengan gangguan kecemasan. Gangguan kecemasan dapat mengganggu kemampuan seseorang dalam menjalani hidup normal. 
 
Gangguan kecemasan adalah penyakit jiwa yang serius karena penderitanya merasakan kekhawatiran dan ketakutan hebat dan terus menerus sehingga dapat melumpuhkan kegiatan normal mereka. 

Apa Jenis-Jenis Gangguan Kecemasan ?
Terdapat beberapa jenis gangguan kecemasan, antara lain:
  • Gangguan panik: Orang dengan kondisi ini merasakan ancaman yang muncul tiba-tiba dan berulang-ulang. Gejala lain ialah: berkeringat, nyeri dada, palpitasi (denyut jantung tidak teratur), dan perasaan tersedak, yang dapat membuat seseorang merasa seperti mengalami serangan jantung atau berperilaku seperti orang tidak waras.
  • Gangguan obsesif-kompulsif (OCD): Orang dengan OCD terganggu oleh pikiran atau ketakutan terus menerus yang menyebabkan mereka melakukan ritual atau rutinitas tertentu. Pikiran yang mengganggu itu disebut obsesi, sedangkan ritual atau rutinitas yang dilakukan disebut kompulsi. Contohnya adalah orang yang memiliki rasa takut yang tidak logis terhadap kuman sehingga dia terus-menerus mencuci tangannya.
  • Gangguan stres pasca-trauma (PTSD): adalah suatu kondisi yang dapat muncul setelah peristiwa traumatis dan / atau menakutkan, seperti kekerasan seksual atau fisik, kematian tiba-tiba dari orang yang dicintai, atau bencana alam. Orang dengan PTSD sering mempunyai pemikiran dan ingatan yang menetap dari kejadian menakutkan tersebut dan emosionalnya cenderung tidak stabil.
  • Gangguan kecemasan sosial: disebut juga fobia sosial, yaitu rasa khawatir dan sadar diri yang luar biasa mengenai kondisi sosial sehari-hari. Kekhawatirannya sering berpusat pada rasa takut dinilai oleh orang lain, atau cara berperilaku yang menyebabkan rasa malu atau diejek orang lain.
  • Fobia tertentu: yaitu ketakutan hebat terhadap objek atau situasi tertentu, seperti takut ular, ketinggian, atau terbang. Hal ini dapat menyebabkan penderita untuk menghindari kegiatan umum sehari-hari.
  • Gangguan kecemasan umum: yaitu kekhawatiran dan ketegangan berlebih dan tidak realistis, walaupun tidak ada atau hanya sedikit yang memprovokasi kecemasan.
Apa Gejala-Gejala Gangguan Kecemasan ?
Gejalanya bervariasi dan tergantung dari jenis gangguan kecemasannya. Namun biasanya ada gejala-gejala umum berikut:
  • Perasaan panik, ketakutan, dan kegelisahan
  • Pikiran obsesif yang tidak terkendali
  • Berulang kali mengingat atau kilas balik pengalaman traumatis
  • Mimpi buruk
  • Perilaku ritual, seperti mencuci tangan berulang kali
  • Masalah dalam tidur
  • Tangan dan / atau kaki dingin atau berkeringat
  • Sesak napas
  • Palpitasi
  • Ketidakmampuan untuk diam dan tenang
  • Mulut kering
  • Baal atau kesemutan di tangan atau kaki
  • Mual
  • Otot tegang
  • Pusing
Apa Penyebab Gangguan Kecemasan? 
 
Penyebab pasti gangguan kecemasan belum diketahui. Gangguan kecemasan, sama seperti bentuk penyakit jiwa lain, bukanlah akibat kepribadian yang lemah, cacat karakter, atau pendidikan yang buruk. Seiring penelitian dalam bidang penyakit jiwa, maka menjadi jelas bahwa banyak gangguan ini disebabkan oleh kombinasi faktor, misalnya: perubahan dalam otak dan tekanan lingkungan. Gangguan kecemasan dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan kimiawi dalam tubuh. Penelitian telah menunjukkan bahwa stres berat atau yang bertahan lama, dapat mengubah keseimbangan kimiawi dalam otak yang mengendalikan suasana emosi. 
 
Penelitian lain juga menunjukkan bahwa penderita gangguan kecemasan tertentu mengalami perubahan struktur otak yang mengendalikan ingatan atau fungsi emosi. Selain itu, penelitian telah menunjukkan bahwa gangguan kecemasan dapat turunkan dalam keluarga, yang berarti dapat diwariskan dari satu atau kedua orang tua, sama seperti rambut atau warna mata. Apalagi faktor lingkungan tertentu, seperti trauma atau peristiwa penting dapat memicu gangguan kecemasan pada orang yang rentan dan mewarisi gangguan kecemasan. 

Seberapa Seringkah Gangguan Kecemasan Ditemukan? 
 
Di Amerika, sekitar 19 juta orang dewasa mengalami gangguan kecemasan. Kebanyakan gangguan kecemasan dimulai pada masa kanak-kanak, remaja, dan dewasa muda. Gangguan ini terjadi sedikit lebih sering pada wanita dibandingkan pria, dan terjadi dengan jumlah yang sama baik orang kulit putih, Afrika-Amerika, dan Hispanik. 

Bagaimana Mendiagnosis Gangguan Kecemasan ? 
 
Jika terdapat gejala gangguan kecemasan, maka dokter akan memulai evaluasi dengan mengajukan pertanyaan tentang riwayat kesehatan Anda dan melakukan pemeriksaan fisik. Meskipun tidak ada tes laboratorium khusus, namun dokter dapat melakukan berbagai tes untuk mencari penyakit fisik yang dapat menyebabkan gejala gangguan kecemasan. Jika tidak ditemukan kelainan fisik, maka Anda mungkin akan dirujuk ke psikiater atau psikolog, yaitu pakar kesehatan jiwa yang terlatih khusus untuk mendiagnosa dan mengobati penyakit jiwa. 
 
Psikiater dan psikolog menggunakan wawancara dan alat penilaian yang dirancang khusus untuk mengevaluasi gangguan kecemasan seseorang. Diagnosa didasarkan pada laporan intensitas dan lamanya gejala pasien, termasuk permasalahan dalam aktivitas sehari-hari dan juga hasil observasi dokter terhadap sikap dan perilaku pasien. Dokter kemudian menentukan apakah gejala-gejala pasien dan tingkat disfungsinya sesuai dengan gangguan kecemasan tertentu. 

Bagaimana Mengobati Gangguan Kecemasan ?
 
Telah banyak kemajuan dicapai dalam dua dekade terakhir untuk mengobati penderita penyakit jiwa. Meskipun pengobatan yang tepat tergantung pada jenis gangguannya. Sebagian besar kasus gangguan kecemasan dapat diatasi dengan salah satu atau kombinasi dari terapi berikut:
  • Obat-obatan: Obat digunakan untuk mengurangi gejala gangguan kecemasan, seperti obat anti-depresan dan pengurang kecemasan.
  • Psikoterapi: adalah sejenis konseling yang membahas respons emosional terhadap kelainan jiwa. Hal ini merupakan proses dimana pakar kesehatan jiwa terlatih membantu penderita dengan strategi wawancara untuk memahami dan menangani gangguan mereka.
  • Terapi perilaku kognitif: Penderita gangguan kecemasan sering berpartisipasi dalam jenis psikoterapi ini, dimana mereka belajar untuk mengenali dan mengubah pola pikir dan perilaku yang menimbulkan perasaan cemas.
  • Perubahan pola makan dan gaya hidup
  • Terapi relaksasi
Dapatkah Gangguan Kecemasan Dicegah?
 
Gangguan kecemasan tidak dapat dicegah. Namun ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengendalikan atau mengurangi gejala:
  • Berhenti atau mengurangi konsumsi produk yang mengandung kafein, seperti kopi, teh, cola, minuman energi, dan cokelat.
  • Tanyakan kepada dokter atau apoteker sebelum mengkonsumsi obat yang dijual bebas atau obat herbal. Banyak obat-obatan mengandung bahan kimia yang dapat meningkatkan gejala kecemasan.
  • Mencari konseling dan dukungan pakar bila Anda mengalami kejadian traumatis atau mengganggu.
  —  
Total Views (843)


Gangguan Identitas Gender
Posted on 06 Agu 2016

Gangguan Sex dan Identitas Gender
  • Latar Belakang
Seksualitas merupakan sebuah ranah yang sangat pribadi dalam kehiduan individu. Setiap iorang adalah makhluk seksual dengan minat dan fantasi yang dapat mengejutkan atau bahkan dapat mengagetkan kita dari waktu ke waktu. Hal ini merupakan fungsi seksual yang norma. Namun, ketika hasrat dan fantasi tersebut mulai membahayakan diri kita dan orang lain maka dapat digolongkan abnormal.Seks merupakan energi psikhis yang ikut mendorong manusia untuk bertingkah laku.

Tidak cuma bertingkah laku di bidang seks saja, yaitu melakukan relasi seksual atau bersenggama, akan tetapi juga melakukan kegiatan-kegiatan non seksual. Sebagai energi psikhis, seks merupakan motivasi atau dorongan untuk berbuat atau bertingkah laku. Laki-laki dan wanita dewasa ialah mereka yang nantinya mampu melakukan relasi seksual yang adekwat.Dengan kata-kata lain, wanita itu disebut normal dan dewasa, bila dia mampu mengadakan relasi seksual dengan seorang pria dalam bentuk yang normal dan bertanggung jawab. Dan sebaliknya, seorang pria disebut normal, bila mampu mengadakan relasi seksual dengan wanita yang sehat sifatnya.

Sedangkan, bentuk relasi seks yang abnormal dan perverse (buruk, jahat) adalah relasi seks yang tidak bertanggung jawab, didorong oleh kompulsi-kompulsi dan dorongan-dorongan yang abnormal. Diantara relasi seks abnormal adalah gangguan identitas gender, parafilia, dan disfungsi seksual.

Pengertian dan Karakteristik Umum Gangguan Identitas Gender

Gender adalah konsep psikologis yang menunjukkan pada derajat maskulinitas dan feminitas pada diri seseorang. Pria normal adalah maskulin dan wanita yang normal adalah feminine. Identitas gender adalah perasaan menjadi bagian dari jenis kelamin tertentu dan bukan jenis kelamin yang lin. Misalnya laki-laki (maskulin); seorang wanita mempersepsikan dirinya wanita (feminin) ; namun ada pula seorang wanita yang menganggap dirinya adalah laki-laki (maskulin).

Peran gender (gender role) menunjuk pada tingkah laku social sesuai dengan identitas gendernya. Jadi gangguan identitas gender adalah gangguan pengalaman atau persepsi individu terhadap peran gendernya ; sedangkan peran gender merupakan ekspresi dari identitas gender seseorang kepada masyarakat.

Ciri-ciri orang yang mengalami gangguan identitas gender / transseksualisme dalam Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa III (1993) yaitu :
  1. Memiliki hasrat untuk hidup dan diterima sebagai anggota dari kelompok lawan jenisnya.
  2. Memiliki perasaan tidak enak atau tidak sesuai dengan anatomi seksualnya.
  3. Menginginkan untuk memperoleh terapi hormonal dan pembedahan untuk membuat tubuhnya semirip mungkin dengan jenis kelamin yang diinginkan.
Ciri-ciri klinis dari gangguan identitas gender(Nevid, 2002):
  • Identifikasi yang kuat dan persisten terhadap gender lainnya: adanya ekspresi yang berulang dari hasrat untuk menjadi anggota dari gender lain, preferensi untuk menggunakan pakaian gender lain, adanya fantasi yang terus menerus mengenai menjadi lawan jenis, bermain dengan lawan jenis.
  • Perasaan tidak nyaman yang kuat dan terus menerus, biasa muncul pada anak-anak dimana anak laki-laki mengutarakan bahwa alat genitalnya menjijikkan, menolak permainan laki-laki, sedangkan pada perempuan adanya keinginan untuk tidak menumbuhkan buah dada, memaksa buang air kecil sambil berdiri.
  • Penanganannya sama seperti menangani gangguan seksual
Faktor Penyebab Gangguan Identitas Gender

Penyimpangan seksual tidak hanya bersangkutan dengan kepuasan seksual atau pemuasan dorongan seksual semata, akan tetapi sering kali merupakan mekanisme pertahanan diri terhadap perasaan-perasaan tidak senang, ketakutan-ketakutan, kecemasan-kecemasan, dan rasa depresi yang dialami oleh seseorang.
  1. Faktor Biologis
Penjelasan biologis munculnya gangguan identitas gender sangat berkaitan dengan hormone dalam tubuh. Tubuh manusia menghasilkan hormon testosterone yang mempengaruhi neuron otak dan berkontribusi terhadap maskulinitas otak yang terjadi pada area seperti hipotalamus. Dan sebaliknya dengan hormone feminine. Namun, hingga saat ini, pengaruh hormone terhadap munculnya hgangguan masih menjadi kontroversi.
  1. Faktor Sosial dan Psikologis
Seorang anak akan mengembangkan identitas gendernya selaras dengan apa yang diajarkan pada mereka selama masa pengasuhan. Menurut pendekatan psikososial, terbentuknya gangguan identitas gender dipengaruhi oleh interaksi temperamen anak, kualitas dan sikap orang tua. Secara budaya masih terdapat larangan bagi anak laki-laki untuk menunjukkan perilaku feminine dan anak perempuan menjadi tomboy, termasuk dengan perbedaan pakaian dan mainan untuk anak laki-laki dan perempuan.

Hipotesis lain adalah bahwa perilaku feminine yang strereotip pada anak laki-laki didorong oleh ibu yang sejak sebelum kelahiran nak menginginkan anak perempuan. Namun hipotesis ini masih mendapat tantangan hingga kini.

Jenis – Jenis Gangguan Identitas Gender


Laki-laki Laki-laki di sini dijelaskan bahwa memiliki kelainan pada umumnya, dapat dilihat dari perilaku, tutur kata, cara bersosialisasi, dan cara berpakaiannya. Perilaku feminin ini sangat tampak dengan karakterstik gangguan identitas gender pada laki-laki. Biasanya gangguan ini juga dapat berdampak terhadap suka pada sesama jenis, sebut saja ‘gay’.

Perempuan Perempuan di sini dijelaskan bahwa memiliki kelainan pada umumnya, dapat dilihat dari perilaku, tutur kata, cara bersosialisasi, dan cara berpakaiannya. Perilaku feminin ini sangat tampak dengan karakterstik gangguan identitas gender pada perempuan. Biasanya gangguan ini juga dapat berdampak terhadap suka pada sesama jenis, sebut saja ‘lesbian’.

Penanganan Gangguan Identitas Gender
  1. Body Alterations
Pada terapi jenis ini, usaha yang dilakukan adalah mengubah tubuh seseorang agar sesuai dengan identitas gendernya. Untuk melakukan body alterations, seseorang terlebih dahulu diharuskan untuk mengikuti psikoterapi selama 6 hingga 12 bulan, serta menjalani hidup dengan gender yang diinginkan (Harry Benjamin International Gender Dysphoria Association, 1998).

Perubahan yang dilakukan antara lain bedah kosmetik, elektrolisis untuk membuang rambut di wajah, serta pengonsumsian hormon perempuan. Sebagian transeksual bertindak lebih jauh dengan melakukan operasi perubahan kelamin.Keuntungan operasi perubahan kelamin telah banyak diperdebatkan selama bertahun-tahun. Di satu sisi, hasil penelitian menyatakan bahwa tidak ada keuntungan sosial yang bisa didapatkan dari operasi tersebut.

Namun penelitian lain menyatakan bahwa pada umumnya transeksual tidak menyesal telah menjalani operasi, serta mendapat keuntungan lain seperti kepuasan seksual yang lebih tinggi.
  1. Ganti kelamin
Sebelum tindakan operasi kelamin ada beberapa hal yang harus diperhatikan individu. Ada beberapa tahap yang harus dialaui sebelum tindakan operasi kelamin dilakukan. Tahap – tahap tersebut adalah:Memastikan kemantapan dalam mengambil keputusan. Jika terdapat delusi paranoid dalam memutuskan mengganti kelamin, maka ahli bedah harus menolak permintaanya.

Orang yang ingin merubah dari pria menjadi wanita, estrogennya ditingkatkan untuk menumbuhkan karakteristik alat kelamin sekunder wanita. Sedangkan pada wanita yang ingin menjadi pria, hormon androgennya ditingkatkan untuk mengembangkan karakteristik alat kelamin sekunder pria.Sebelum operasi diwajibkan hidup selama satu tahun sebagai orang dari gender lawan jenisnya untuk memprediksi penyesuaian setelah operasi.

Untuk orang yan mengganti kelamin dari pria menjadi wanita, penis dan testis dibuang. Kemudian jaringan dari penis digunakan untuk membuat vagina buatan. Jika dari wanita menjadi pria, ahli bedah membuang organ kelamin internal dan meratakan payudaranya dengan membuang jaringan lemak.
  1. Pengubahan Identitas Gender
Walaupun sebagian besar transeksual memilih melakukan body alterations sebagai terapi, ada kalanya transeksual memilih untuk melakukan pengubahan identitas gender, agar sesuai dengan tubuhnya. Pada awalnya, identitas gender dianggp mengakar terlalu dalam untuk dapat diubah. Namun dalam beberapa kasus, pengubahan identitas gender melalui behavior therapy dilaporkan sukses.

Orang-orang yang sukses melakukan pengubahan gender kemungkinan berbeda dengan transeksual lain, karena mereka memilih untuk mengikuti program terapi pengubahan identitas gender.

Pengertian dan Karakteristik Umum Parafilia

Parafilia merupakan suatu gangguan dimana terdapat perilaku atau fantasi yang hebat dan sering untuk membangkitkan gairah seksual, yang melibatkan benda mati, anak – anak, atau orang yang tidak menginginkanya, atau tindakan tersebut menyebabkan penderitaan atau merendahkan dirinya sendiri atau seseorang. Kaplan (2002) mengatakan parafilia adalah gangguan seksual yang ditandai oleh khayalan seksual yang khusus dan desakan serta praktek seksual yang kuat, biasanya berulang kali dan menakutkan.

Parafilia mengacu pada sekelompok gangguan yang melibatkan ketertarikan seksual terhadap obyek yang tidak biasa atau aktifitas seksual yang tidak biasa (Davidson dan Neale dalam Fausiah, 2003). c.Ciri (Nevid, 2002) : Orang akan menunjukkan keterangsangan seksual sebagai respon yang tidak biasa. Menurut DSM IV parafilia melibatkan dorongan dan fantasi seksual yang berulang dan kuat, bertahan selama enam bulan yang berpusat pada objek, perasaan merendahkan atau menyakiti diri atau pasangannya, atau anak-anak dan orang lain yang tidak dapat atau tidak mampu memberikan persetujuan.

Mereka  yang menderita gangguan ini memiliki ciri-ciri memiliki hasrat seksual yang menggebu-gebu dan kuat, fantasi-fantasi seksual, atau menampilkan berbagai tingkah-laku yang  melibatkan objek, aktivitas atau situasi yang tak lazim dan menyebabkan stres negatif serta melemahnya fungsi-fungsi sosial, aktivitas kerja dan fungsi-fungsi penting lainnya.

Gangguan paraphilia ditandai oleh empat langkah yang membentuk daur:
(1) preokupasi atau ketertarikan dan perhatian pada objek atau adegan seksual yang intensif dan terus-menerus; (2) ritualisasi dalam bentuk melakukan perilaku-perilaku tertentu yang berkaitan dengan aktivitas seksual;
(3) Tingkah-laku kompulsif yang terwujud dalam bentu berulangnya perilaku seksual menyimpang; dan
(4) perasan sedih, murung, hampa, menderita dan depresi yang kemudian mengarahkannya kembali pada perilaku seksual menyimpang sebagai upaya untuk menghilangkan perasan-perasan negatif yang ditanggungnya.

Faktor Penyebab Parafilia


Faktor penyebab langsung terbentuknya penyimpangan seksual paraphilia tidak diketahui secara pasti, beberapa dugaan kemunculan gangguan ini :
  • Pengalaman pelecehan dan kekerasan seksual dimasa kanak-kanak.
  • Keterdekatan dengan situasi atau objek tertentu secara berulang kali dengan aktivitas seksual
  • Hambatan perkembangan dan kesulitan dalam menjalin hubungan dengan beda jenis
  • Kecanduan pornografi, beberapa tayangan nyeleneh (aneh) akan memberikan daya tarik seperti magnet yang dapat mempengaruhi psikologis ketergantungan
  • Pengaruh dari pasangan seksual
  • Pelampiasan stress yang tidak tepat sehingga menimbulkan kebiasaan dan pengulangan secara terus-menerus.
  • Rasa ingin mencoba yang diakibat penyampaian informasi atau persepsi yang salah
Jenis – Jenis Parafilia
  1. PEDOFILIA (Pedophilia)
Jenis parafilia yang banyak mendapatkan sanksi dari masyarakat umum adalah para penderita pedofilia, ciri utamanya yaitu dorongan seksual yang kuat terhadap anak kecil (biasanya di bawah umur 13 tahun). Melalui kontak dengan anak – anak penderita berusaha untuk mendapatkan kepuasan seksual.Hampir semua penderita gangguan ini adalah pria, penyimpangan seksualnya mencangkup aktivitas melihat, anak sambil melakukan masturbasi, menjabah bagian tubuh anak termasuk di bagian alat kemaluan, menyuruh anak memanipulasi alat kelamin penderita dan bahkan melakukan hubungan seks dengan anak.

Umumnya penderita pedofilia adalah orang yang takut gagal dalam hubungan seks secara normal terutama menyangkut hubungan seks dengan wanita berpengalaman, akibatnya dia mengalihkannya pada anak – anak karena kepolosan anak tidak akan mengancam harga dirinya dan di samping itu saat masa kanak – kanak, penderita meniru perilaku seks dari model atau contoh yang buruk.
  1. EKSIBIONISME
Eksibionisme adalah dorongan untuk mendapatkan kepuasan seksual dengan memperlihatkan alat genital terhadap orang yang tidak di kenal. Setelah memperlihatkan alat genitalnya penderita tidak bermaksud melakukan aktivitas seksual lebih lanjut kepada korban misalnya memperkosa, oleh sebab itu gangguan ini tidak berbahaya secara fisik terhadap korban.

Hampir semua penderitaa eksibionisme adalah pria dan korbanya adalah wanita (dewasa dan anak – anak). Para ahli mengatakan penderita eksibionisme biasanya mengalami hubungan yang buruk dengan pasangan seksnya, mereka tidak percaya diri dalam hal seksual dan biasanya tidak matang dalam perannya sebagai pria meski demikian mereka mempunyai dorongan seks dan ingin di anggap oleh wanita.

Ketidakpastian dan dorongan seks yang tidak terpuaskan tersebut membuat penderita ingin mengejutkan wanita guna menunjukan power seksnya yang tidak bisa di ekspresikan secara normal. Dampak dari pemer penis inilah yang merupakan inti perbuatannya, reaksi terkejut, takut, malu dan jijik dari korban dianggap merupakan pujian bagi kejantanannya.
  1. VOYEURISME (Voyeurism)
Voyeurisme berasal dari kata “voir” artinya melihat, ciri utama gangguan ini adalah dorongan untuk memperoleh kepuasan seks dengan cara melihat organ seks orang lain atau orang orang yang sedang melakukan seks, kepuasan yang didapat saat mengintip atau membayangkan adegannya, setelah mengintip penderita tidak bermaksud untuk melakukan tindakan seksualnya dengan orang yang telah di intipnya.

Menurut psikodinamika modern, voyeurisme di dorong oleh ketakutan terhadap kemampuan dalam hubungan dengan wanita, perilaku mengintip di anggap lebih aman di bandingkan melakukan hubungan seks, mengintip dapat memuaskan rasa ingin tahu tanpa resiko penolakan atau turunnya harga diri, ia juga membantu mengkompensasi  yang rendah diri dari pengalaman masa kanak – kanak dan remaja terhadap wanita.

Umumnya penderita  berasal dari keluarga yang puritan terhadap masalah seks, ini membuat penderita sangat malu sehingga menghambat melakukan seks secara normal. Rasa malu memperkuat prilakunya untuk mengintip, Jadi hanya dengan mengintip atau melihat penderita bisa mencapai orgasme atau kepuasan seks karena penderita merasa tidak terancam.
  1. SADISME SEKSUAL (Sexual Sadism)
Istilah sadisme ini berasal dari seorang penulis yang bernama Marquis De Sade, dalam karya tulisannya di gambarkan seorang tokoh yang memperoleh kepuasan seks dengan cara menyiksa pasangannya secara kejam dan ini adalah cirri utama dari sadisme seksual, siksaan bisa secara fisik (memukul dan menendang) dan psikis (menghina dan mencaci maki) penderitaan dari korban inilah yang membuatnya bergairah dan puas.

Gangguan ini biasanya di derita pria, psikoanalisa memandang gangguan ini sebagai cara untuk menurunkan kecemasan dalam mencari kepuasan seksual pada masa kanak-kanak. Mekanisme pertahanan yang bekerja secara tidak di sadari ini yang mengarah pad aide yang lebih sadis.
  1. MASOKHISME SEKSUAL (sexual Masochism)
Istilah masokhisme di ambil dari nama novelis Leopold von Sacher Masoch. Ia menulis tentang seorang tokoh novelnya yang mencapai kepuasan seksual bila di perlakukan secara menyakitkan. Ciri utama dari masokhisme seksual adalah memperoleh kegairahan dan kepuasan seksual dengan cara di perlakukan dengan cara kejam, baik di sakiti secara fisik (dipukul, di ikat dsb) atau psikis ( di hina atau di remehkan). Perlakuan kejam bisa di lakukan dengan sendiri atau di lakukan oleh pasangan.
  1. FETISISME (Fetishim)
Ciri utama dari gangguan ini adalah penderita akan menggunakan benda sebagai cara untuk mendapatkan gairah atau kepuasan seksual, benda yang di gunakan bisa beragam misalnya pakaian dalam, kaus kaki sepatu dan lain sebagainya, gangguan ini biasanya di alami pria, penderita akan melakukan masturbasi sambil memegang, meremas-remas atau mencium benda tersebut, atau bisa juga dengan cara menyuruh pasangan seksnya untuk menggunakan benda tersebut saat melakukan hubungan seks.

Benda-benda ini di gunakan untuk membangkitkan gairah jadi tanpa benda tersebut penderita tidak bisa melakukan hubungan seksual.
  1. TRANSVESTISME (Transvestism)
Gambaran utama yaitu penderita akan mendapatkan gairah atau kepuasan seksual bila dia berpakaian seperti lawan jenisnya (misalnya laki-laki yang menggunakan pakaian wanita), umumnya penderita gangguan ini adalah laki-laki, penderita biasanya menyimpan koleksi pakaian wanita. Ketika sedang berpakaian wanita, penderita akan melakukan mastutbasi sambil membayangkan ada seorang pria yang tertarik kepada dirinya sebagai seorang wanita.

Ada yang hanya menggunakan sebagian misalnya memakai pakaian dalamnya saja dan ada yang berpakaian lengkap termasuk make-up. Umumnya penderita jarang melakukan hubungan seks dengan wanita, penderita transvestisme bisa juga terlibat dalam homoseksual.
  1. ZOFILIA (Zoophila)
Gangguan ini juga dapat disebut dengan bestiality, ciri utamanya yaitu penderita akan mendapatkan gairah dan kepuasan seksual dengan cara melakukan kontak seksual dengan hewan. Kontak seksual bisa berupa senggama dengan hewan (lewat anus atau vagina hewan), atau menyuruh hewan untuk memanipulasi alat genitalnya, diantara penyimpangan seksual, kasus zofilia ini yang jarang di temukan.
  1. FROTERISME (frotteurism)
Ciri utama dari gangguan ini adalah penderita akan menyentuh atau meremas-remas organ seks orang yang tidak di kenalinya, penderita biasanya senang berada di tempat umum yang penuh sesak dimana dia bisa melarikan diri dengan mudah dan biasanya yang menjadi korban adalah wanita yang menarik perhatian dengan pakaian yang ketat.

Penderita akan berfantasi sedang melakukan hubungan seks yang hebat dengan korban saat menjalankan aksinya tersebut, penderita sadar bahwa untuk menghindari kemarahan dari korban dia harus cepat-cepat menghindar  dan menghilang.
  1. HOMOSEKSUAL (Homosexuality)
Dalam dunia barat terjadi perdebatan yang seru apakah homoseksualitas di masukan ke dalam gangguan mental atau tidak ? Ciri utama dari homoseksualitas ini adalah penderita lebih memilih pasangan seksual yang sama jenis dengan dirinya (misalnya pria dengan pria atau wanita dengan wanita).

Cara Penyembuhan Parafilia
  1. Treatment
Langkah-langkah yang dapat ditempuh;
  • Psikoterapi
Teknik yang dapat dipakai adalah Cognitive Behavioral Therapy(CBT), terapi dapat dilakukan secara individual dan terapi kelompok, latihan yang diberikan adalah meningkatkan ketrampilan sosial, latihan fisik, latihan konsentrasi, mengatasi depresi, dan treatmen hormon
  • Medikasi
Pemberian obat antiandrogen yang bertujuan untuk menormalkan level hormon testeron. Obat-obat yang digunakan seperti medroxyprogesterone dan cyproterone
Bila individu juga disertai gangguan kecemasan dan depresi jenis SSRIs (selective serotonin reuptake inhibitors) menjadi obat pilihan dokter; fluoxetine atau fluvoxamine
  1. Pencegahan Sendiri
  • Stress reduction secara tepat. Tidak melakukan aktivitas seksual yang aneh-aneh sebagai pelampiasan stres. Lakukan hal-hal positif agar penyaluran stres tidak merusak perilaku dan kebiasaan lainnya, perilaku menyimpang dapat teradiktif bila penyaluran stres dengan aktivitas seksual setiap kali dilakukan bila stress menimpa.
  • Perkuatkan iman, bagaimanapun iman merupakan benteng terbaik sebagai pencegahan penyimpangan perilaku.
  • Self control. Mengontrol dorongan rasa ingin tahu, mencoba atau pengaruh teman ―dengan penuh kesadaran dan pengetahuan akan dampak-dampak buruk dari perilaku tersebut.
  • Tidak surfing atau melihat pornografi yang bebas bisa di dapat dari internet atau media lainnya.
  • Membiasakan hidup sehat untuk mengurang stres, termasuk olahraga teratur, nutrisi yang seimbang dan pengalaman spiritual dan religius.
  1. Terapi
Adapun terapi yang di gunakan dalam mengatasi parafilia yaitu dengan terapi prilaku “Aversion Therapi” yang menggunakan prinsip kondisioning klasik, prosedurnya adalah memberikan stimulus aversif (menyakitkan) di hubungkan dengan prilaku seksual yang menyimpang, misalnya penderita sadisme yang mendapat kejutan listrik saat membayangkan prilaku seks yang kejam.
  —  
Total Views (1042)


Gangguan Psikosis
Posted on 06 Agu 2016

Psikosis adalah istilah medis yang merujuk pada keadaan mental yang terganggu oleh delusi atau halusinasi. Delusi adalah kesalahpahaman atau pandangan yang salah terhadap suatu hal, sementara halusinasi adalah persepsi kuat atas suatu peristiwa yang dilihat atau didengar tetapi sebenarnya tidak ada.

Seberapa umumkah psikosis?

Psikosis adalah pencetus utama dari banyak penyakit mental termasuk skizofrenia, depresi, gangguan schizoafektif dan bipolar. Oleh karena itu, psikosis merupakan penyakit umum pada:
  • Kebanyakan orang yang mengidap skizofrenia
  • Beberapa orang dengan gangguan depresi bipolar (manic-depressive) atau depresi berat
  • Beberapa gangguan kepribadian
Anda dapat meminimalisasi peluang terkena psikosis dengan mengurangi faktor risiko Anda. Silakan diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala
Apa saja tanda-tanda dan gejala psikosis?

Jika Anda menderita psikosis, Anda akan merasa asing dengan lingkungan sekitar (realita). Pola pikir yang mengalami gangguan akan membuat Anda berbicara aneh, misalnya:
  • Kata-kata yang diucapkan tidak bermakna
  • Pikiran seperti tersumbat dan terjadi berulang-ulang
  • Kurangnya wawasan
Perilaku penderita akan tampak aneh dan tidak terduga. Ada yang mengatakan bahwa mereka mendengar suara yang memberitahu mereka untuk melakukan hal-hal tertentu (halusinasi pendengaran). Ada pula yang melihat tanda-tanda atau gambar yang memberi tahu mereka untuk melakukan sesuatu (halusinasi visual). Kemungkinan terdapat gejala dan tanda lain yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda memiliki kekhawatiran mengenai gejala penyakit ini, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?


Temui dokter jika Anda atau anggota keluarga merasa jauh dengan realita. Jika Anda berpikir bahwa Anda atau anggota keluarga Anda akan merugikan diri sendiri atau orang lain, Anda harus segera membawanya ke rumah sakit jiwa untuk mencegah hal-hal yang lebih buruk.

Penyebab Apa penyebab psikosis?

Penyebab psikosis belum diketahui. Sementara, diduga akibat dari kombinasi sosial, faktor genetik, lingkungan, psikologis dan fisik. Obat-obatan, misalnya obat untuk penyakit Parkinson dan kejang-kejang, steroid, dan kemoterapi, serta obat-obatan terlarang (misalnya, LSD, kokain, alkohol, amfetamin, ganja, PCD) juga bisa menyebabkan gangguan mental. Kemungkinan psikosis merupakan salah satu gejala pada banyak penyakit, misalnya pada penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV), penyakit Parkinson, malaria, stroke, tumor otak, dan penyakit kekejangan.

Faktor-faktor risiko Apa yang meningkatkan risiko saya untuk psikosis?

Meskipun demikian, penelitian telah menunjukkan bahwa genetika memiliki peran penting dalam penyakit ini. Jika salah satu anak kembar identik menderita psikosis, ada kemungkinan 50% kembar lainnya pun akan mengalami hal yang sama. Individu yang hidup berdampingan dengan anggota keluarga (orangtua atau saudara kandung) yang mengidap psikotik lebih berisiko mengalami gangguan psikotik. Anak-anak yang lahir dengan mutasi genetik yang dikenal sebagai 22q11 deletion syndrome berisiko mengalami gangguan psikotik, terutama skizofrenia.

Pengobatan
Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk psikosis?

euroleptik digunakan untuk pengobatan orang yang berperilaku aneh dan tidak terduga. Tujuannya adalah untuk mencegah orang tersebut menyakiti diri sendiri atau orang lain. Obat-obatan ini termasuk haloperidol dan benzodiazepin yang merupakan obat untuk mengatasi rasa gelisah (seperti lorazepam, alprazolam).

Pengobatan lanjutan tergantung pada penyebabnya:
  • Untuk penyakit semacam depresi mental atau skizofrenia, Anda memerlukan psikiater (spesialis gangguan mental dan emosional) dalam pengobatan bersamaan dengan obat antidepresan atau antipsikotik;
  • Orang dengan penyakit Parkinson dan kejang-kejang harus mengonsumsi obat-obatan untuk mengatasi masalah tersebut;
  • Pecandu narkoba (misalnya, alkohol, dan obat terlarang lainnya) memerlukan bimbingan dan arahan.
Terapi perilaku kognitif dapat membantu penderita (CBT). Terapi kognitif melatih orang bagaimana sebuah pola pikir akan menimbulkan gejala. Terapi perilaku dapat mengatasi rasa khawatir terhadap gejala dan reaksi penderita.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk psikosis?


Jika Anda mencurigai seseorang mengidap psikosis, dokter akan membuat diagnosis berdasarkan sejarah medis, pemeriksaan fisik dan evaluasi psikiater. Dalam prosedur ini, dokter akan melihat perilaku orang tersebut dan bertanya mengenai dirinya sendiri. Di samping itu, dokter juga akan melakukan tes untuk memastikan tidak ada penyakit medis lainnya, antara lain tes darah, CT dan MRI pada otak.

Tulang belakang juga akan diperiksa untuk mendeteksi adanya infeksi, kanker atau penyebab psikosis lainnya.

Pengobatan di rumah
Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi psikosis?

Berikut gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi psikosis.
  • Anda membutuhkan psikolog atau psikiater untuk memantau kondisi medis jangka panjang.
  • Hubungi dokter Anda jika Anda merasa cemas atau tertekan.
  • Hubungi dokter Anda jika Anda mendengar suara-suara atau melihat hal-hal yang sesungguhnya tidak ada.
  • Jangan memakai narkoba. Alkohol, amfetamin, kokain, obat tidur, dan anti antidepresan dapat menyebabkan psikosis.
Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.
  —  
Total Views (856)


Gangguan Kepribadian
Posted on 06 Agu 2016

Gangguan kepribadian adalah suatu kondisi yang menyebabkan penderitanya memiliki pola pikir dan perilaku yang tidak sehat dan berbeda dari rata-rata orang biasanya. Selain pola pikir yang tidak sehat, kondisi yang juga dikategorikan sebagai penyakit mental ini bisa membuat penderitanya sulit untuk merasakan, memahami, atau berinteraksi dengan orang lain.

Tentu saja bisa menyebabkan masalah dalam situasi sosial. Tidak jarang hubungan penderita gangguan kepribadian dengan orang lain di lingkungan rumah, sekolah, bisnis, atau pekerjaan menjadi terbatas.

Gejala gangguan kepribadian berdasarkan jenisnya


Gangguan kepribadian dibagi menjadi tiga kelompok, pertama adalah gangguan kepribadian kelompok A. Gangguan kepribadian kelompok ini biasanya ditandai dengan gejala pemikiran dan perilaku yang aneh.

Jenis-jenis gangguan kepribadian kelompok A adalah:
  • Gangguan kepribadian skizotipal.
Selain tingkah laku yang aneh dan cara bicara mereka yang tidak wajar, penderita gangguan kepribadian jenis ini kerap terlihat cemas atau tidak nyaman dalam situasi sosial. Penderita juga kerap berkhayal, misalnya percaya bahwa dirinya memiliki kekuatan telepati yang mampu memengaruhi emosi dan tingkah laku orang lain atau percaya bahwa suatu tulisan di koran adalah sebuah pesan tersembunyi bagi mereka.
  • Gangguan kepribadian skizoid.
Ciri utama penderita gangguan kepribadian jenis ini adalah sifat yang dingin. Mereka seperti sukar menikmati momen apa pun, tidak bergeming saat dikritik atau dipuji, dan tidak tertarik menjalin hubungan pertemanan dengan siapa pun, bahkan dengan lawan jenis. Mereka cenderung penyendiri dan menghindari interaksi sosial dengan orang lain.
  • Gangguan kepribadian paranoid.
Ciri-ciri utama gangguan kepribadian jenis ini adalah kecurigaan dan ketidakpercayaan terhadap orang lain secara berlebihan, bahkan pada pasangan mereka juga. Mereka selalu takut bahwa orang lain akan memanipulasi atau merugikan mereka, dan mereka takut pasangan mereka akan berkhianat.
Kelompok gangguan kepribadian yang kedua adalah kelompok B. Ciri-cirinya adalah pola pikir dan perilaku yang tidak bisa diprediksi, serta emosi yang berlebihan dan dramatis.

Jenis-jenis gangguan kepribadian kelompok B di antaranya adalah:
  • Gangguan kepribadian ambang (borderline).
Orang yang menderita kondisi ini biasanya memiliki dorongan untuk menyakiti diri sendiri dan tidak stabil secara emosi.
  • Gangguan kepribadian antisosial. 
Orang yang menderita kondisi ini kerap mengabaikan norma sosial yang berlaku dan tidak memiliki rasa simpati apabila orang lain mengalami kesusahan. Penderita malah cenderung menyalahkan orang lain atas masalah yang terjadi dalam hidup mereka. Mereka gemar mengintimidasi orang lain dan tidak menyesali akibat dari perbuatan mereka tersebut. Ciri lainnya adalah ketidakmampuan mengendalikan amarah dan mempertahankan hubungan dalam jangka panjang.
  • Gangguan kepribadian narsistik.
 Orang yang menderita kondisi ini merasa yakin sekali bahwa dirinya lebih istimewa dibandingkan orang lain. Mereka cenderung arogan dan terus-menerus mengharapkan pujian dari orang lain. Mereka akan membanggakan dan melebih-lebihkan prestasi yang dicapai. Ketika merasa ada orang lain yang lebih unggul daripada mereka, penderita gangguan kepribadian narsistik akan merasa sangat iri.
  • Gangguan kepribadian histrionik. 
Orang yang menderita kondisi ini biasanya terlalu mencemaskan penampilan, cenderung dramatis dalam berbicara, dan selalu mencari perhatian. Apabila menjalin hubungan pertemanan, penderita gangguan ini akan menganggap hubungan mereka dengan temannya tersebut sangat erat, meskipun orang lain menganggapnya tidak.

Kelompok gangguan kepribadian ketiga adalah kelompok C. Meski ciri-ciri tiap gangguan yang masuk dalam kelompok ini berbeda-beda, ada satu komponen yang sama, yaitu rasa cemas dan ketakutan.

Gangguan kepribadian kelompok C terdiri dari:
  • Gangguan kepribadian dependen.
Penderita kondisi ini akan merasa sangat tergantung pada orang lain dalam hal apa pun. Mereka tidak bisa hidup mandiri dan selalu diliputi rasa takut akan ditinggalkan orang lain. Saat mereka sedang sendiri, mereka akan merasa tidak nyaman dan tidak berdaya. Akibat ketergantungan yang berlebihan ini, penderita gangguan kepribadian dependen tidak akan bisa membuat keputusan dan mengemban tanggung jawab sendiri tanpa petunjuk dan bantuan orang lain.
  • Gangguan kepribadian menghindar.
 Ciri utama pada penderita kondisi ini adalah penghindaran terhadap kontak sosial, terutama dalam kegiatan baru yang melibatkan orang asing. Tidak sama seperti gangguan kepribadian skizoid, penghindaran ini dilakukan penderita lantaran mereka malu dan tidak percaya diri. Sebenarnya mereka ingin sekali menjalin hubungan dekat, namun mereka merasa diri mereka tidak pantas untuk berbaur dan sangat khawatir mengalami penolakan.
  • Gangguan kepribadian obsesif kompulsif.
Orang yang mengalami kondisi ini bisa dikatakan ‘gila kendali’. Mereka sulit untuk bisa bekerja sama dengan orang lain dan lebih memilih untuk mengatur atau menyelesaikan tugasnya sendiri. Diakibatkan kepribadian mereka yang perfeksionis, sering kali mereka stres apabila hasil pekerjaan tidak sesuai dengan standar mereka yang tinggi. Apabila penderita gangguan ini adalah seorang atasan di kantor, maka dia tidak akan bisa mendelegasikan tugas pada bawahannya dan hasratnya untuk mengatur situasi dan pegawainya akan makin menjadi-jadi.

Kepribadian penderita cenderung kaku dan gila kerja. Sering kali mereka mengabaikan teman dan jarang terlibat dalam kegiatan bersama. Mereka lebih asyik mengurus aturan-aturan, perincian, jadwal, dan mengawasi ketertiban. Gangguan kepribadian obsesif kompulsif (OCPD) berbeda dengan gangguan obsesif kompulsif (OCD). Penderita OCPD bisa menerima perilaku mereka tersebut dan tidak memandangnya sebagai penyimpangan yang perlu diubah. Sedangkan penderita OCD menyadari bahwa perilaku mereka tersebut tidak normal dan cemas akan hal itu, meski sulit bagi mereka untuk mengubahnya.

Penyebab gangguan kepribadian

Kasus gangguan kepribadian umumnya dimulai pada usia remaja dan saat memasuki usia dewasa. Ada beberapa faktor yang diduga dapat memicu atau meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini, di antaranya:
  • Adanya kelainan pada struktur atau komposisi kimia di dalam otak.
  • Adanya riwayat gangguan kepribadian atau penyakit mental lainnya di dalam keluarga.
  • Menghabiskan masa kecil di dalam kehidupan keluarga yang kacau.
  • Perasaan diabaikan sejak kanak-kanak.
  • Mengalami pelecehan sejak kanak-kanak, baik dalam bentuk verbal maupun fisik.
  • Tingkat pendidikan yang rendah.
  • Hidup di tengah-tengah keluarga berekonomi sulit.
Sebagian besar para ahli berpendapat bahwa gangguan kepribadian disebabkan oleh kombinasi dari situasi-situasi atau latar belakang kehidupan yang tidak menyenangkan dengan gen yang membentuk emosi seseorang yang diwariskan dari orang tuanya.

Diagnosis gangguan kepribadian


Untuk mendiagnosis gangguan kepribadian, dokter mungkin akan menyarankan diadakannya evaluasi psikologis mengenai cara pasien berpikir dan bertindak, serta perasaan yang mereka rasakan. Keterangan mengenai hal ini bisa didapat dokter dengan cara bertanya langsung pada pasien atau melalui kuesioner. Selain evaluasi psikologis, pemeriksaan fisik juga diperlukan untuk mengetahui apakah gangguan kepribadian pasien disebabkan oleh buruknya kesehatan fisik mereka.

Dalam hal ini dokter mungkin akan menanyakan gejala-gejala apa saja yang dirasakan pasien atau melakukan pemeriksaan darah di laboratorium. Misalnya tes fungsi kelenjar tiroid untuk mengetahui apakah kelainan yang diderita disebabkan oleh hal tersebut. Dan satu hal yang tidak kalah penting adalah pemeriksaan kadar alkohol atau obat-obatan terlarang di dalam tubuh pasien, sebab mungkin saja itulah yang memicu munculnya gejala-gejala gangguan kepribadian.

Pengobatan gangguan kepribadian

Cara utama dalam menangani gangguan kepribadian adalah melalui terapi psikologis atau kejiwaan di bawah bimbingan psikiater dengan tujuan meningkatkan kemampuan pasien dalam mengendalikan emosi serta pikirannya secara lebih baik. Penggunaan obat hanya disarankan apabila gejala-gejala yang terkait dengan gangguan kepribadian, seperti gejala psikotik, kecemasan, dan depresi, sudah memasuki level menengah atau parah.

Sejumlah obat yang mungkin dipakai adalah obat-obatan penstabil suasana hati dan obat penghambat pelepasan serotonin (antidepresan).Untuk terapi psikologis sendiri ada ragam jenisnya. Beberapa metode terapi yang mungkin dipakai untuk menangani gangguan kepribadian adalah:
  • Terapi perilaku kognitif.
Terapi ini bertujuan mengubah cara berpikir dan bertindak pasien ke arah yang positif. Terapi ini didasarkan kepada teori bahwa perilaku seseorang merupakan wujud dari cara berpikirnya. Artinya, jika pikiran orang tersebut negatif, maka perilakunya akan negatif, dan begitu pula sebaliknya.
  • Terapi psikodinamik.
Terapi ini bertujuan mengeksplorasi dan membenahi segala bentuk penyimpangan pasien yang telah ada sejak masa kanak-kanak. Kondisi semacam ini terbentuk akibat pengalaman-pengalaman yang negatif.
  • Terapi interpersonal.
Terapi ini didasarkan kepada teori bahwa kesehatan mental seseorang sangat dipengaruhi oleh interaksi mereka dengan orang lain. Artinya jika interaksi tersebut bermasalah, maka gejala-gejala yang merupakan bagian dari gangguan kepribadian, seperti rasa cemas, ragu, dan tidak percaya diri, bisa terbentuk. Karena itulah tujuan utama terapi ini adalah membenahi segala macam masalah yang terjadi di dalam interaksi sosial pasien.
  —  
Total Views (924)


Gangguan Pola Makan
Posted on 06 Agu 2016

Anoreksia nervosa merupakan suatu masalah kesehatan jiwa yang mana pengidapnya terobsesi untuk memiliki tubuh kurus dan sangat takut jika mereka terlihat gemuk. Saking takutnya, mereka bahkan selalu menganggap tubuhnya masih kurang kurus atau masih gemuk meski kenyataannya tidak seperti itu. Usia 16-17 tahun merupakan usia yang dianggap rawan bagi gangguan ini untuk mulai muncul.

Mayoritas pengidap anoreksia berasal dari kalangan remaja putri dan wanita dewasa. Untuk membuat tubuh mereka tetap sekurus mungkin, pengidap anoreksia akan berusaha keras membatasi porsi makan seminimal mungkin, menggunakan obat-obatan (seperti pencahar dan penekan nafsu makan), serta berolahraga secara berlebihan.

Beberapa dari mereka bahkan akan berusaha memuntahkan kembali makanan yang telah dikonsumsi, sebuah ciri khas gangguan makan yang dinamakan bulimia nervosa. Namun, bila pada bulimia penderitanya rata-rata mempunyai berat normal atau lebih, penderita anoreksia memiliki berat badan yang kurang.

Gejala anoreksia nervosa dan masalah psikologis lain yang terkait

Mereka yang mengidap anoreksia dapat dikenali dari gejala berikut ini:
  • Penurunan berat badan secara signifikan dan tampak sangat kurus.
  • Selalu memerhatikan bentuk tubuh di depan cermin.
  • Menimbang tubuh hampir tiap saat.
  • Sering memuntahkan kembali makanan yang sudah dimakan.
  • Suka berbohong jika ditanya apakah mereka sudah makan.
  • Sangat memperhitungkan jumlah kalori, lemak, dan gula pada makanan.
  • Sering berolahraga secara berlebihan.Suka minum obat-obatan pencahar dan penekan nafsu makan.Mudah tersinggung
  • Mengalami masalah kesehatan sebagai akibat dari anoreksia itu sendiri, misalnya kelelahan, dehidrasi, tekanan darah rendah, pusing, rambut rontok, dan kulit kering.
Anoreksia juga dapat terkait dengan masalah kejiwaan lainnya seperti depresi, merasa rendah diri, kecemasan, penyalahgunaan alkohol, dan perlukaan terhadap diri sendiri.

Penyebab anoreksia nervosa
 
Penyebab anoreksia nervosa secara pasti masih belum jelas. Sebagian besar spesialis percaya bahwa gangguan tersebut berasal dari gabungan sejumlah faktor, seperti faktor psikologis, lingkungan, serta genetika atau biologis.

Diagnosis anoreksia nervosa


Penyakit anoreksia nervosa rata-rata bisa dikenali dari fisik penderitanya yang tampak sangat kurus. Namun dokter tetap harus menanyakan pola makan mereka untuk memastikan kekurusan tersebut akibat gangguan makan dan bukan penyakit lain. Selain itu, kemungkinan dokter juga akan melakukan pemeriksaan pada rambut, kulit, tekanan darah, kondisi paru-paru dan jantung. Bahkan pemeriksaan rontgen dan darah akan dilakukan jika diperlukan.

Dukung pengidap anoreksia untuk mau mendapatkan pertolongan


Ada sebagian kecil penderita anorexia nervosa yang tidak menyadari bahwa mereka menderita kondisi tersebut, namun sebagian besar tahu dan tidak mau berobat karena takut hingga akhirnya mereka menyembunyikan masalah ini dalam waktu yang sangat lama.

Oleh sebab itu penting bagi kita sebagai orang luar untuk mengenali kondisi ini bilamana ada keluarga atau teman yang mengalaminya. Jika Anda memiliki keluarga atau teman yang mengidap anoreksia, lakukanlah pendekatan secara halus lalu membujuk agar mereka mau mendapatkan pertolongan medis. Membujuk pengidap anoreksia agar mau berobat tidaklah mudah.

Biasanya mereka akan menganggap bahwa apa yang telah mereka lakukan merupakan hal yang benar dan akan menolak mengakui bahwa diri mereka sebenarnya bermasalah. Karena itulah kesabaran serta dukungan secara terus-menerus berperan sangat penting bagi kesembuhan penderita anoreksia. Jangan pernah mengkritik atau membuat mereka merasa tertekan karena hal tersebut hanya akan memperburuk situasi. Sampaikanlah bahwa bujukan dan dukungan Anda tersebut semata-mata karena mengkhawatirkan kesehatan mereka.

Sekilas mengenai pengobatan anoreksia

Anoreksia nervosa harus ditangani sedini mungkin agar peluang sembuhnya semakin besar. Tujuan pengobatan anoreksia adalah untuk mengubah pandangan mereka tentang berat badan yang sehat dan memperbaiki pola makan mereka. Sebagian besar kasus anoreksia ditangani dengan rawat jalan dan segelintir kasus lainnya, misalnya kasus pengidap anoreksia parah, ditangani dengan perawatan rumah sakit.

Selain untuk menyadarkan pengidap bahwa pola hidup yang mereka jalani tersebut adalah salah, penanganan ini bertujuan agar mereka dapat memperoleh berat badan ideal kembali secara aman. Hal-hal yang mencakup penanganan anoreksia meliputi terapi psikologi dan saran-saran yang berkaitan dengan makanan dan nutrisi.

Agar pengobatan dapat dilakukan dengan tepat, dokter harus menyesuaikan dengan keadaan fisik, psikologi, dan juga keadaan sosial si pengidap anoreksia. Pengobatan anoreksia tidak dapat dilakukan secara instan. Untuk pulih sepenuhnya, bisa membutuhkan waktu beberapa tahun. Saat menjalani pengobatan bukan hal yang tidak mungkin bagi pasien anoreksia untuk kambuh dan kembali pada pola makan tidak sehatnya.

Komplikasi yang mungkin terjadi

Anoreksia bisa menimbulkan masalah-masalah kesehatan lainnya yang cukup serius jika tidak berhasil diobati dalam jangka waktu yang lama. Beberapa komplikasi anoreksia nervosa adalah:
  • Kerontokan rambut
  • Denyut jantung tidak teratur
  • Penurunan tekanan darah dan tingkat pernapasan
  • Gagal jantung
  • Kerusakan otak
  • Menstruasi tidak lancar
  • Anemia
  • Gagal ginjal
  • Kemandulan
  • Ketidakseimbangan cairan elektrolit
  • Osteoporosis
  • Konstipasi
  • Kematian akibat kurang gizi atau bunuh diri
Pencegahan anoreksia nervosa

Anoreksia nervosa memang tidak bisa dicegah sepenuhnya. Namun melalui pendidikan orang tua terhadap anak-anak sejak dini di dalam keluarga, bisa berpengaruh besar untuk menekan risiko terjadinya kondisi ini ketika mereka beranjak remaja dan dewasa.

Pendidikan yang dimaksud adalah dengan mengajarkan dan menerapkan pola makan sehat secara tegas. Selain itu anak juga perlu diajarkan wawasan yang tepat mengenai imej bentuk tubuh yang ideal. Apabila di dalam keluarga kita ada yang mulai menunjukkan tanda-tanda ke arah anoreksia, segera periksakan ke dokter untuk mencegah kondisi ini bertambah buruk.  

BULIMIA NERVOSA Pengertian Bulimia

Bulimia atau bulimia nervosa adalah gangguan makan yang serius dan berpotensi mengancam jiwa. Gangguan mental ini bisa terkait dengan rasa rendah diri tingkat ekstrem, kecanduan minuman keras, depresi, serta kecenderungan menyakiti diri sendiri. Pengidap bulimia akan melahap makanan dalam jumlah berlebihan, kemudian mengeluarkannya dari tubuh secara paksa dengan muntah atau menggunakan obat pencahar.

Cara yang tidak sehat ini dilakukan oleh pengidap untuk melenyapkan kalori berlebih yang telah dikonsumsi agar berat badannya tetap terjaga. Bulimia lebih sering dialami oleh wanita dibandingkan oleh pria, sama halnya dengan gangguan makan pada umumnya. Penelitian memperkirakan terdapat sekitar 8 dari 100 wanita yang mengidap kelainan ini. Sebagian besar dialami oleh wanita pada usia 16-40 tahun.

Gejala-gejala Bulimia

Indikasi utama bahwa seseorang mengidap bulimia adalah mengonsumsi makanan secara berlebihan, meski pengidap tidak merasa lapar. Proses ini dapat terpicu oleh masalah emosional, seperti stres atau depresi. Pengidap kemudian merasa bersalah, menyesal, dan membenci diri sendiri sehingga akan memaksa tubuh untuk mengeluarkan semua asupan kalori yang telah masuk. Cara ini umumnya dilakukan dengan memaksa diri untuk muntah atau menggunakan obat pencahar untuk memicu proses buang air besar.

Pengidap bulimia setidaknya mengalami siklus ini lebih dari dua kali dalam seminggu selama minimal tiga bulan.Selain cara tidak sehat tersebut, terdapat beberapa gejala lain yang menandakan bulimia. Di antaranya adalah:
  • Sangat terpaku pada berat badan serta bentuk tubuh, terkadang hingga terasa tidak masuk akal.
  • Selalu beranggapan negatif terhadap bentuk tubuhnya sendiri.
  • Takut gemuk atau merasa kegemukan.
  • Sering lepas kendali saat makan, misalnya terus makan sampai sakit perut atau makan dengan porsi berlebihan.
  • Enggan makan di tempat-tempat umum atau di depan orang lain.
  • Sering bergegas ke kamar mandi setelah makan.
  • Memaksakan diri untuk muntah, terutama dengan memasukkan jari ke kerongkongan.
  • Memiliki gigi dan gusi yang rusak.
  • Berolahraga berlebihan.
  • Menggunakan obat pencahar, diuretik, atau enema setelah makan.
  • Menggunakan suplemen atau produk herba untuk menurunkan berat badan.
Jika Anda merasa mengidap bulimia, segera periksakan diri ke dokter. Bulimia yang tidak ditangani dapat memicu komplikasi-komplikasi yang serius.

Penyebab dan Faktor Pemicu Bulimia

Penyebab utama bulimia belum diketahui secara pasti. Banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengidap kelainan ini. Faktor-faktor pemicu tersebut meliputi:
  • Jenis kelamin. Bulimia lebih sering dialami oleh wanita daripada pria.
  • Masalah psikologis, seperti rendah diri, depresi, stres, perfeksionisme, gangguan stres pascatrauma (PTSD), serta gangguan obsesif komplusif (OCD).
  • Usia. Bulimia umumnya menyerang remaja hingga dewasa.
  • Faktor keturunan. Jika memiliki anggota keluarga inti (saudara kandung atau orang tua) yang mengidap bulimia, Anda berisiko lebih tinggi untuk mengalami kelainan yang sama.
  • Tuntutan sosial. Misalnya remaja yang merasa harus menurunkan berat badan karena terpengaruh teman-temannya.
  • Tuntutan profesi. Contohnya model yang harus langsing atau atlet yang harus menjaga berat badan dengan ketat.
Proses Diagnosis Bulimia

Pada tahap pemeriksaan awal, dokter akan menanyakan gejala-gejala yang Anda alami seperti penanganan pada penyakit lain. Jika kondisi Anda termasuk dalam kriteria yang mengindikasikan bulimia, dokter kemudian akan menganjurkan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, tes darah, tes urine, serta evakuasi psikologi. Kriteria utama yang mengindikasikan bulimia adalah siklus makan yang berlebihan lalu mengeluarkan kalori ekstra dengan paksa dari tubuh. Kemudian disertai dengan asumsi negatif tentang bentuk tubuh dan berat badan.

Langkah Penanganan Bulimia

Bagian tersulit sekaligus terpenting bagi penderita bulimia adalah untuk mengakui kelainan yang mereka alami. Langkah ini sangat signifikan agar pengidap memiliki keinginan untuk sembuh dan bersedia untuk menjalani pengobatan. Penanganan utama untuk mengatasi bulimia adalah dengan terapi psikologi. Melalui terapi, Anda akan dibantu untuk kembali membangun sikap dan pikiran positif terhadap pola makan. Proses ini juga akan membantu untuk mendeteksi masalah emosional di balik bulimia.

Ada dua jenis terapi yang dapat dijalani, yaitu terapi perilaku kognitif (CBT) dan terapi interpersonal. Lewat CBT, Anda akan dibantu untuk mengenali pemicu bulimia, misalnya pendapat dan perilaku negatif, lalu belajar untuk menggantikannya dengan pemikiran yang positif dan sehat. Sedangkan terapi interpersonal akan membantu Anda untuk mendeteksi masalah dalam berhubungan dengan orang lain, sekaligus meningkatkan kemampuan untuk berkomunikasi dan menyelesaikan masalah.

Untuk mengurangi gejala, penggunaan penghambat pelepasan selektif serotonin (SSRI) juga terkadang dikombinasikan dengan terapi. Fluoxetine adalah SSRI yang paling sering digunakan dalam menangani bulimia. Dokter akan memantau perkembangan kondisi serta reaksi tubuh Anda terhadap obat secara berkala selama menggunakan antidepresan. Obat ini tidak cocok digunakan oleh pengidap bulimia di bawah 18 tahun. Pengidap yang menderita epilepsi, memiliki keluarga dengan riwayat penyakit jantung, hati, atau ginjal juga dianjurkan untuk menghindari obat ini.

Jika mengalami komplikasi bulimia yang serius, Anda sebaiknya menjalani penanganan di rumah sakit. Langkah ini diambil guna mencegah akibat fatal dari komplikasi sekaligus menangani dorongan untuk menyakiti diri sendiri atau bahkan bunuh diri. Langkah pengobatan untuk bulimia umumnya membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Dukungan penuh dari teman serta keluarga juga berperan penting. Karena itu, pengidap serta keluarga dianjurkan untuk bersabar dalam menjalaninya.

Risiko Komplikasi Bulimia

Jika tidak segera ditangani, bulimia bisa memicu komplikasi yang serius dan bahkan berakibat fatal. Frekuensi muntah yang sering terjadi akan merusak gigi (akibat asam lambung) dan memicu pembengkakan kelenjar air liur. Demikian pula dengan sakit tenggorokan serta bau mulut. Kekurangan nutrisi juga termasuk komplikasi serius akibat bulimia. Komplikasi ini dapat memicu dehidrasi, sulit untuk hamil karena siklus menstruasi yang tidak teratur, kulit dan rambut yang kering, kuku yang rapuh, gagal ginjal, serta gagal jantung.

Sementara penggunaan obat pencahar yang tidak terkendali dapat mengakibatkan kerusakan pada organ-organ pencernaan serta mengganggu keseimbangan kadar senyawa alami tubuh. Ketidakseimbangan ini berpotensi memicu kelelahan, lemas, detak jantung yang tidak teratur, serta kejang.
  —  
Total Views (1068)


ke halaman  [1] 2